Artikel ini menjelaskan secara terperinci tentang bagaimana integrasi ICT membantu pengajar dalam pengajaran Pendidikan Islam.Masa kini mata pelajaran Pendidikan Islam amat kurang diminati oleh para pelajar.Penggunaan ICT dalam pengajaran akan memberi banyak faedah kepada guru mahupun pelajar.Dengan adanya intergrasi ICT dalam pendidikan akan menjadi lebih mudah dan banyak informasi dapat disampaikan kepada pelajar. Selain itu, ia dapat membantu murid untuk menguasai lebih banyak ilmu dan berdaya saing dalam era pendidikan yang lebih mencabar. Bagi pengajar, ICT dapat membantu mempelbagaikan kaedah pembelajaran supaya ia tidak membosankan.
Pelbagai bentuk alat komunikasi yang boleh digunakan oleh tenaga pengajar di dalam pembelajaran mereka.Diantara beberapa alat komunikasi yang boleh digunakan ialah Elektronik mail,Newsgroup,World Wide Web ,Internet Voice dan Internet Relay Chat (IRC).
Melalui integrasi ICT dalam pembelajaran, corak pendidikan akan banyak berubah kerana, teknologi yang terintegral mempunyai kelebihan menggabungkan visual realistik dengan teks dan suara. Melalui integrasi ICT beberapa perubahan pada pendekatan proses pembelajaran dapat dilaksanakan. Diantaranya perubahan fokus pembelajaran berpindah dari pengajaran berpusat pada pengajar (teacher centered) kepada pengajaran yang berpusatkan pada pembelajar (learners centered). Aktiviti pembelajaran terfokus pada aktiviti yang berorientasi pada proses pencarian dan penemuan berdasarkan pada teori belajar Construktivisme. Dalam teori belajar Construktivisme dipercayai bahawa belajar merupakan proses seseorang membentuk pengetahuan, apakah berdasarkan stimulus atau rasa ingin tahu yang kuat.
Integrasi ICT dalam pendidikan mengakomodasi teori belajar Behaviorits yang dipopularkan oleh BF. Skinner, dimana pelajar akan mengembangkan bentuk responnya secara bertahap terhadap stimulus ketika respon mereka diikuti oleh reinforcement tertentu. Integrasi ICT dalam pendidikan juga mengakomodasi teori belajar Cognitivism, dimana dengan bantuan ICT siswa melakukan proses bagaimana informasi diterima (teks, suara, gambar, grafis, animasi atau multimedia interaktif), diproses dan disimpan dalam komponen memori, baik jangka pendek maupun jangka panjang
Belajar Ilmu-ilmu keislaman (Islamic Studies) seperti Al-Qur’an, Solat, Haji, Iman, Sejarah, Aqidah, Bahasa Arab, Inggris dan sebagainya tidak lagi sekedar dipresentasikan secara manual-tradisional, akan tetapi secara modern-interaktif menggunakan multimedia dalam berbagai bentuk dan tersedia di berbagai tempat di dunia global, disediakan oleh berbagai sumber dan dapat diakses dengan mudah, cepat, dan murah, dapat digunakan dalam kelas tradisional maupun dalam kelas maya atau virtual.


Terimakasih atas Ulasan yang Anda tulis. Saatini dintahun 2020 saat Pamdemi Cobvid-19 semua guru terpaksa menggunakan ICT dalam pembelajaran. Semua guru mau tak mau, suka tak suka, bisa tak busa, harus menggunakan ICT dalam pembelajaran. Semoga ICT semakin difungsikan dalam membantu siswa belajar ilmu keislaman.
BalasPadam